Selasa, 16 Desember 2014

patuhlah

Berusaha menaatinya
Assalamualaikum wr.wb
                Namaku ipah kalu lengkapnya Siti Latipah Komariah, aku terlahir dari keluarga yang biasa saja, aku adalah anak perempuan pertama dari kedua orang tuaku. Sejak aku kecil aku selalu di ajari menjadi anak yang baik dan selalu patuh kepada orang tuannya. Jujur saja waktu aku masih kecil aku termasuk anak yang aga bandel dan terbilang anak perempuan yang tomboy.
                Jelas aku di bilang anak tomboy karena aku setiap hari mainnya sama anak laki laki saja, aku sangat jarang bermain dengan anak perempuan karna aku rasa kalau main sama anak perempuan itu ribet pasti nantinya berantem. Berbeda dengan anak laki laki mereka lebih asik di ajak bermain karna kalau ada papa mereka ga dibikin masalah, santai santai aja dan yang penting happy, ga mikirin apa apa.
                Waktu aku SD aku paling senang bermain mainan cowo, walaupun seperti itu orang tuaku ga pernah melarang aku untuk bermain apa atau main sama siapa yang penting aku tau waktu, kapan aku harus pulang sholat, kapan aku harus ngaji. Apa yang aku lakukan orang tuaku ga pernah protes malahan mereka mendukung apa yang aku lakukan, katanya sih apa yang anak lakukan itu merupakan pengembangan otaknya, mereka berpikiran supaya kita banyak pengetahuan dengan sendirinya dan itu sangat baik untuk perkembangan pola pikir kita.
                Masa anak anak adalah masa yang sangat menyenangkan bagiku, karna pada masa itu aku bisa bermain dengan sepuasnya, tapi kebebasan untuk bermain itu semakin berkurang seiring dengan umur aku yang terus bertambah.
                Dari sejak kecil aku selalu di ajari untuk selalu mematuhi apa yang orang tua bilang, sebagai anak aku hanya bisa menaati apa yang dikatakan orangtua. Ga ada masalah untuk menaati peraturan itu, aku selalu berpikiran kalau aku menjadi anak yang baik maka suatu saat nanti anakku juga pasti baik dan mau menurut kepada orang tuanya, kononkatanya buah itu jatuh ga jauh dari pohonnya.
                Umurku terus bertambah dan peraturan untuk kehidupankupun terus bertambah. Yang tadinya sering bermain perlahan waktu untuk bermain itu hilang dengan kegiatan yang orang tuaku berikan kepadaku. Ga ada kegiatan yang ga bermanfaat aku tau orangtuaku mengajari aku dan membiasakan hidup seperti itu supaya aku dikemudian hari bisa hidup mandiri ga selalu bergantung pada orangtuanya atau oranglain.
                Mungkin aku dulu berpikiran kalau orang tuaku jahat ga ngasih aku waktu bermain padahal akus selalu ada waktu untuk bermain. Mungkin karna pikiranku masih kekanak kanakan aku sering ngambek kepada orang tuaku. Tanpa aku sadari aku sudah menyakiti hati orangtuaku padahal yang mereka lakukan itu semua demi kebaikan aku juga.
                Selama aku duduk di bangku SD aku selalu akrab dengan laki laki. Makaya waktu aku memilih pilihan untuk meneruskan ke pesantren dan sekolah di MT aku aga ragu, karna aku pikir aku ga akan bisa main lagi sama laki laki. Demi membuat orangtua bahagia aku rela mondok di pesantern dan sekolah di MTs. Ini merupakan cobaan yang lumayan berat karna ini pertama kalinya aku mondok dan jauh dari kedua orangtua.
                Pertama masuk aku ga tau harus ngapain,disini aku ga punya temen, hidup dengan kesendirian rasanya gimana. Hidup tanpa temen cowo terasa hambar, aku rasa rasa aku ga betah tinggal disini atau di pesantren tapi aku harus gimana aku udah terlanjur masuk. Ku coba untuk terus bertahan karna aku ga mau ngecewain orangtua. Dan alhamdulilah akhirnya aku bisa ngelewatin ini semua aku mulay betah di pesantren dan aku udah bisa menyesuaikan dengan lingkungannya.
                Sekarang temenku semuannya cewe ada sih temen cowo tapi itu Cuma sebatas kenal aja. Tanpa aku sadari aku udah mebuang kebiasaanku yang selalu bermain dengan cowo, dan akhirnya aku mejadi orang yang jauh dari cowo, aku jadi ga biasa bermain dengan cowo bahkan untuk bicarapun susah rasanya.
                Masa ini merupakan masa remaja yang sedang musimnya jatuh cinta untuk tahap awal. Aku kira aku ga akan merasakan perasaan itu tapi ternyata aku salah, aku jatuh cinta pada seseorang yang aku kagumi tapi sayang aku ga bisa untuk mengungkapkannya. Aku ga tau harus berbuat apa. Aku mencoba untuk berbicara kepada ibuku kalau aku menyukai seseorang danternyata apa tanggapan dari ibuku. Aku di larang dulu untuk pacaran tapi itu tak memaksa, dan akupun ta berhasil untuk jatuh cinta pada saat itu karna paktor malu dan larang dari orang tua. Sampai aku keluar dari sekolah aku masih belum bisa dan aku masih menyinpan rapat rapat perasaan itu kepadanya.
                Beres menyelesaikan sekolah di MTs aku pindah ke smk untuk melanjutkan sekolahku. Tanpa aku sadari aku masih jatuh cinta kepada orang yang aku suka dulu. Aku selalu berusaha membuang perasaan itu tapi aku ga bisa. Ku coba untuk mencintai orang lain tapi itu sangatlah susah.
                Oke sekarang peraturan baru muncul lagi di hidup ku, aku dilarang banget sama kedua orang tuaku untuk pacaran, aku kira di umur aku yang ke 17 th aku akan di izinkan untuk pacaran tapi aku salah, masuknya aku ke umurku yang ke 17 aku malah dilarang banget untuk pacaran, mungkin itu kedengarannya sangat menyakitkan tapi aku berusaha untuk selalu mengambil hikmahnya munkin ada hal yang baik di balik peraturan itu.
                Aku tau kenapa orang tuaku melarang banget aku untuk pacaran, hanya ada satu alasan yaitu mereka ga mau aku seperti orang lain yang terjebak, ya terjebak, terjebak di perangkap setan yang bisa merusak semua masa depan kita. Sedikitnya aku ga bisa terima dengan peraturan itu tapi aku harus gimana lagi, kalu aku ga nurut sama mereka mau nurut sam siapa lagi. Alhamdulilahnya lama lama aku terbiasa dan aku ga masalah denga peraturan itu, ku jalani hari hariku dengan penuh cerita yang berliku dan dengan bermacam perasaan.
                Sebagai seseorang yang menjadi anak aku hanya bisa bersyukur karna masih ada seseorang yang mau peduli dan sayang sama aku yang selama ini membesarkan aku hingga aku menjadi seseorang. Apa yang mereka katakan itu ga pernah menjerumeskan kita justru sebaliknya merek ingin yang terbaik untuk kita, ga da niat buruk dari mereka untuk kita. Aku bersyukur aku bisa menjalani semua yang mereka katakan walaupun itu belum sempurna setidaknya aku bisa merasakan hikmah dari apa yang selama ini ku lakukan. Memang berat sih untuk bisa selalu menaati peraturan yang diberikan orang tua itu karna peraturannya selalu bertentangan dengan apa yang kita inginkan sama seperti agama kita semua yang dilarang pasti itu yang kita mau.
                Apa yang aku taati semua ini walaupun itu menyakitkan semua itu pasti ada tujuannya. Seperti yang aku alami sekarang. Jadilah anak yang di banggakan oleh kedua orangtuamu sob, di dunia ini ga ada orangtua yang benci sama anaknya atau ta sayang, semua yang mereka lakukan kepada kita itu semata mata karna mereka sangat menyayangi kita. Ku harap kalian bisa menjadi anak yang dibanggakan oleh ortu kalian, jangan mudah putus asa walaupun itu sangat susah banget, ga ada salahnya untuk terus mencoba dan mencoba.
                Ada pribahasa mangatakan bersakit sakit dahulu berenag renang ketepian bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian jangan sampai bersenang senang dahulu bersakit sakit kemudian. Sedih dan senang itu sepaket jadi jangan heran jiga kita senang pasti nantinya akan sedih dan sebaliknya.
Makasih udah baca coretan ini, ini hanyalah sebuah pengalaman yang mungkin bisa menja motipasi buat kalian, aku ga punya cerita yang wah, hanya ini yang akau punya semoga bermanfaat buat kalian. Jangan pantang menyerah, semoga ajah ga bosen menbacanya,

Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar