Berusaha
menaatinya
Assalamualaikum wr.wb
Namaku
ipah kalu lengkapnya Siti Latipah Komariah, aku terlahir dari keluarga yang
biasa saja, aku adalah anak perempuan pertama dari kedua orang tuaku. Sejak aku
kecil aku selalu di ajari menjadi anak yang baik dan selalu patuh kepada orang
tuannya. Jujur saja waktu aku masih kecil aku termasuk anak yang aga bandel dan
terbilang anak perempuan yang tomboy.
Jelas
aku di bilang anak tomboy karena aku setiap hari mainnya sama anak laki laki saja,
aku sangat jarang bermain dengan anak perempuan karna aku rasa kalau main sama
anak perempuan itu ribet pasti nantinya berantem. Berbeda dengan anak laki laki
mereka lebih asik di ajak bermain karna kalau ada papa mereka ga dibikin
masalah, santai santai aja dan yang penting happy, ga mikirin apa apa.
Waktu
aku SD aku paling senang bermain mainan cowo, walaupun seperti itu orang tuaku
ga pernah melarang aku untuk bermain apa atau main sama siapa yang penting aku
tau waktu, kapan aku harus pulang sholat, kapan aku harus ngaji. Apa yang aku
lakukan orang tuaku ga pernah protes malahan mereka mendukung apa yang aku
lakukan, katanya sih apa yang anak lakukan itu merupakan pengembangan otaknya,
mereka berpikiran supaya kita banyak pengetahuan dengan sendirinya dan itu
sangat baik untuk perkembangan pola pikir kita.
Masa
anak anak adalah masa yang sangat menyenangkan bagiku, karna pada masa itu aku
bisa bermain dengan sepuasnya, tapi kebebasan untuk bermain itu semakin
berkurang seiring dengan umur aku yang terus bertambah.
Dari
sejak kecil aku selalu di ajari untuk selalu mematuhi apa yang orang tua
bilang, sebagai anak aku hanya bisa menaati apa yang dikatakan orangtua. Ga ada
masalah untuk menaati peraturan itu, aku selalu berpikiran kalau aku menjadi
anak yang baik maka suatu saat nanti anakku juga pasti baik dan mau menurut
kepada orang tuanya, kononkatanya buah itu jatuh ga jauh dari pohonnya.
Umurku
terus bertambah dan peraturan untuk kehidupankupun terus bertambah. Yang
tadinya sering bermain perlahan waktu untuk bermain itu hilang dengan kegiatan
yang orang tuaku berikan kepadaku. Ga ada kegiatan yang ga bermanfaat aku tau
orangtuaku mengajari aku dan membiasakan hidup seperti itu supaya aku
dikemudian hari bisa hidup mandiri ga selalu bergantung pada orangtuanya atau
oranglain.
Mungkin
aku dulu berpikiran kalau orang tuaku jahat ga ngasih aku waktu bermain padahal
akus selalu ada waktu untuk bermain. Mungkin karna pikiranku masih kekanak
kanakan aku sering ngambek kepada orang tuaku. Tanpa aku sadari aku sudah
menyakiti hati orangtuaku padahal yang mereka lakukan itu semua demi kebaikan
aku juga.
Selama
aku duduk di bangku SD aku selalu akrab dengan laki laki. Makaya waktu aku
memilih pilihan untuk meneruskan ke pesantren dan sekolah di MT aku aga ragu,
karna aku pikir aku ga akan bisa main lagi sama laki laki. Demi membuat
orangtua bahagia aku rela mondok di pesantern dan sekolah di MTs. Ini merupakan
cobaan yang lumayan berat karna ini pertama kalinya aku mondok dan jauh dari
kedua orangtua.
Pertama
masuk aku ga tau harus ngapain,disini aku ga punya temen, hidup dengan
kesendirian rasanya gimana. Hidup tanpa temen cowo terasa hambar, aku rasa rasa
aku ga betah tinggal disini atau di pesantren tapi aku harus gimana aku udah
terlanjur masuk. Ku coba untuk terus bertahan karna aku ga mau ngecewain
orangtua. Dan alhamdulilah akhirnya aku bisa ngelewatin ini semua aku mulay
betah di pesantren dan aku udah bisa menyesuaikan dengan lingkungannya.
Sekarang
temenku semuannya cewe ada sih temen cowo tapi itu Cuma sebatas kenal aja.
Tanpa aku sadari aku udah mebuang kebiasaanku yang selalu bermain dengan cowo,
dan akhirnya aku mejadi orang yang jauh dari cowo, aku jadi ga biasa bermain
dengan cowo bahkan untuk bicarapun susah rasanya.
Masa
ini merupakan masa remaja yang sedang musimnya jatuh cinta untuk tahap awal.
Aku kira aku ga akan merasakan perasaan itu tapi ternyata aku salah, aku jatuh
cinta pada seseorang yang aku kagumi tapi sayang aku ga bisa untuk
mengungkapkannya. Aku ga tau harus berbuat apa. Aku mencoba untuk berbicara
kepada ibuku kalau aku menyukai seseorang danternyata apa tanggapan dari ibuku.
Aku di larang dulu untuk pacaran tapi itu tak memaksa, dan akupun ta berhasil
untuk jatuh cinta pada saat itu karna paktor malu dan larang dari orang tua.
Sampai aku keluar dari sekolah aku masih belum bisa dan aku masih menyinpan
rapat rapat perasaan itu kepadanya.
Beres
menyelesaikan sekolah di MTs aku pindah ke smk untuk melanjutkan sekolahku.
Tanpa aku sadari aku masih jatuh cinta kepada orang yang aku suka dulu. Aku
selalu berusaha membuang perasaan itu tapi aku ga bisa. Ku coba untuk mencintai
orang lain tapi itu sangatlah susah.
Oke
sekarang peraturan baru muncul lagi di hidup ku, aku dilarang banget sama kedua
orang tuaku untuk pacaran, aku kira di umur aku yang ke 17 th aku akan di
izinkan untuk pacaran tapi aku salah, masuknya aku ke umurku yang ke 17 aku
malah dilarang banget untuk pacaran, mungkin itu kedengarannya sangat
menyakitkan tapi aku berusaha untuk selalu mengambil hikmahnya munkin ada hal
yang baik di balik peraturan itu.
Aku
tau kenapa orang tuaku melarang banget aku untuk pacaran, hanya ada satu alasan
yaitu mereka ga mau aku seperti orang lain yang terjebak, ya terjebak, terjebak
di perangkap setan yang bisa merusak semua masa depan kita. Sedikitnya aku ga
bisa terima dengan peraturan itu tapi aku harus gimana lagi, kalu aku ga nurut
sama mereka mau nurut sam siapa lagi. Alhamdulilahnya lama lama aku terbiasa
dan aku ga masalah denga peraturan itu, ku jalani hari hariku dengan penuh
cerita yang berliku dan dengan bermacam perasaan.
Sebagai
seseorang yang menjadi anak aku hanya bisa bersyukur karna masih ada seseorang
yang mau peduli dan sayang sama aku yang selama ini membesarkan aku hingga aku
menjadi seseorang. Apa yang mereka katakan itu ga pernah menjerumeskan kita
justru sebaliknya merek ingin yang terbaik untuk kita, ga da niat buruk dari
mereka untuk kita. Aku bersyukur aku bisa menjalani semua yang mereka katakan
walaupun itu belum sempurna setidaknya aku bisa merasakan hikmah dari apa yang
selama ini ku lakukan. Memang berat sih untuk bisa selalu menaati peraturan
yang diberikan orang tua itu karna peraturannya selalu bertentangan dengan apa
yang kita inginkan sama seperti agama kita semua yang dilarang pasti itu yang
kita mau.
Apa
yang aku taati semua ini walaupun itu menyakitkan semua itu pasti ada
tujuannya. Seperti yang aku alami sekarang. Jadilah anak yang di banggakan oleh
kedua orangtuamu sob, di dunia ini ga ada orangtua yang benci sama anaknya atau
ta sayang, semua yang mereka lakukan kepada kita itu semata mata karna mereka
sangat menyayangi kita. Ku harap kalian bisa menjadi anak yang dibanggakan oleh
ortu kalian, jangan mudah putus asa walaupun itu sangat susah banget, ga ada
salahnya untuk terus mencoba dan mencoba.
Ada
pribahasa mangatakan bersakit sakit dahulu berenag renang ketepian bersakit
sakit dahulu bersenang senang kemudian jangan sampai bersenang senang dahulu
bersakit sakit kemudian. Sedih dan senang itu sepaket jadi jangan heran jiga
kita senang pasti nantinya akan sedih dan sebaliknya.
Makasih udah baca coretan ini,
ini hanyalah sebuah pengalaman yang mungkin bisa menja motipasi buat kalian,
aku ga punya cerita yang wah, hanya ini yang akau punya semoga bermanfaat buat
kalian. Jangan pantang menyerah, semoga ajah ga bosen menbacanya,
Wassalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar